Minggu, 23 Maret 2014

Sinopsis Film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (film)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Tenggelamnya Kapal Van der Wijck
138433067832699 300x430.jpg
Poster bioskop
SutradaraSunil Soraya
ProduserRam Soraya, Sunil Soraya
SkenarioDonny Dhirgantoro danImam Tantowi[1]
BerdasarkanTenggelamnya Kapal Van der Wijck
karya Hamka
PemeranPevita Pearce
Herjunot Ali[2]
Reza Rahadian
Randy Nidji
Gesya Shandy
Arzetti Bilbina
Kevin Andrean
Jajang C. Noer
Niniek L. Karim
MusikAndi Ariel Harsya[3]
StudioSoraya Intercine Films
Tanggal rilis19 Desember 2013
Durasi165 menit[4]
NegaraBendera Indonesia Indonesia
BahasaIndonesiaMinang,MakassarMelayuJawa

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck adalah film drama romantis Indonesia tahun 2013yang disutradarai oleh Sunil Soraya dan diproduseri oleh Ram Soraya. Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Buya HamkaTenggelamnya Kapal Van der Wijckmengisahkan tentang perbedaan latar belakang sosial yang menghalangi hubungan cinta sepasang kekasih hingga berakhir dengan kematian. Diproduksi oleh Soraya Intercine Films, film ini antara lain dibintangi oleh Pevita PearceHerjunot AliReza Rahadian, danRandy Danistha.
Dengan biaya produksi yang tinggi, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck menjadi film termahal yang pernah diproduksi oleh Soraya Intercine Films.[5] Proses produksinya sendiri menghabiskan waktu selama lima tahun, dan penulisan skenarionya dilakukan selama dua tahun[6]. Film ini dirilis pada tanggal 19 Desember 2013.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Poster Film "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck" sebelum diganti dengan yang baru.
Nusantara tahun 1930-an, dari tanah kelahirannyaMakasar, Zainuddin (Herjunot Ali) berlayar menuju kampung halaman ayahnya di BatipuhPadang Panjang. Di sana, ia bertemu dengan Hayati (Pevita Pearce), seorang gadis cantik jelita yang menjadi bunga di persukuannya. Kedua muda-mudi itu jatuh cinta. Namun, adat dan istiadat yang kuat meruntuhkan cinta mereka berdua. Zainuddin hanya seorang melarat yang tak bersuku; karena ibunya berdarah Bugis dan ayah berdarah Minang, statusnya dalam masyarakat Minang yangbernasabkan garis keturunan ibu tidak diakui. Oleh sebab itu, ia dianggap tidak memiliki pertalian darah lagi dengan keluarganya di Minangkabau. Sedangkan Hayati adalah perempuan Minang santun keturunan bangsawan.
Pada akhirnya, lamaran Zainuddin ditolak keluarga Hayati. Hayati dipaksa menikah dengan Aziz (Reza Rahadian), laki-laki kaya terpandang yang lebih disukai keluarga Hayati daripada Zainuddin. Kecewa, Zainuddin pun memutuskan untuk berjuang, pergi dari ranah Minang dan merantau ke tanah Jawa demi bangkit melawan keterpurukan cintanya. Zainudin bekerja keras membuka lembaran baru hidupnya. Sampai akhirnya ia menjadi penulis terkenal dengan karya-karya masyhur dan diterima masyarakat seluruh Nusantara.
Tetapi sebuah peristiwa tak diduga kembali menghampiri Zainuddin. Di tengah gelimang harta dan kemasyhurannya, dalam sebuah pertunjukan opera, Zainuddin kembali bertemu Hayati, kali ini bersama Aziz, suaminya. Pada akhirnya, kisah cinta Zainuddin dan Hayati menemui ujian terberatnya; Hayati pulang ke kampung halamannya dengan menaiki kapal Van der Wijck. Di tengah-tengah perjalanan, kapal yang dinaiki Hayati tenggelam. Sebelum kapal tenggelam, Zainuddin mengetahui bahwa Hayati sebetulnya masih mencintainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar